Sebelumnya,
kalian sudah pernah dengar tentang langit aurora belum? Aurora yang dimaksud bukan Aurora yang Princess loh. Ini Aurora yang merupakan fenomena alam yang Subhanallah banget cantiknya. Kalo ada yang belum tahu, yuk
kita baca, apa itu langit aurora?
Aurora
adalah fenomena alama yang mnyerupai pancaran cahaya yang menyala-nyala pada
lapisan ionosfer dari sebuah planet sebagai akibat adanya interaksi antara
medan magnetic yang dimiliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang
dipancarkan oleh matahari.
Di bumi, aurora terjadi di daerah di sekitar kutub Utara dan kutub selatan magnetiknya. Aurora yang terjadi di daerah sebelah Utara dikenal dengan nama Aurora Borealis, yang dinamai bersempena Dewi Fajar Rom, Aurora, dan nama Yunani untuk angin utara, Boreas. Ini karena di Eropa, aurora sering terlihat kemerah-merahan di ufuk utara seolah-olah Matahari akan terbit dari arah tersebut. Aurora borealis selalu terjadi di antara September dan Oktober dan Maret dan April. Fenomena aurora di sebelah Selatan yang dikenal dengan Aurora Australis mempunyai sifat-sifat yang serupa.Tapi kadang-kadang aurora muncul di puncak gunung di iklim tropis. Namun demikian, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, mitos Dewa Fajar itu telah tersisihkan dengan nama Aurora.
Kata Aurora itu berasal dari bahasa Latin Aurora yang berarti "matahari terbit" merupakan pancaran cahaya alami langit di daerah garis lintang tinggi seperti Kutub Utara dan Antartika. Aurora disebabkan adanya interaksi antara medan magnetic yang dimiliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh matahari atau angin surya. Angin surya ini adalah aliran electron dan proton yang terleas dari matahari akibat tingginya energy kinetic yang dimiliki kedua partikel serta suhu matahari. Aliran partikel-partikel angin surya ini terperangkap di medan magnet bumi, beberapa dari partikel ini mengarah ke kutub bumi dengan kecepatan yang terus bertambah.
Benturan antara partikel- partikel ini dengan atom-atom yang terdapat dalam atmosfer bumi melepaskan energi yang menyebabkan terbentuknya aurora di kutub bumi yang nampak seperti lingkaran besar yang mengitari kutub. Sehingga aurora lebih sering muncul dan bersinar lebih terang saat matahari sedang aktif-aktifnya mengeluarkan Corona Mass Ejection yang menyebabkan meningkatnya intensitas angin surya.
Energi yang dilepaskan pada saat partikel bertubrukkan dapat dilihat secara visual melalui warna cahaya yang berbeda-beda. Warna yang terlihat tergantung ketinggian dan jenis molekul yang ada.
Di bumi, aurora terjadi di daerah di sekitar kutub Utara dan kutub selatan magnetiknya. Aurora yang terjadi di daerah sebelah Utara dikenal dengan nama Aurora Borealis, yang dinamai bersempena Dewi Fajar Rom, Aurora, dan nama Yunani untuk angin utara, Boreas. Ini karena di Eropa, aurora sering terlihat kemerah-merahan di ufuk utara seolah-olah Matahari akan terbit dari arah tersebut. Aurora borealis selalu terjadi di antara September dan Oktober dan Maret dan April. Fenomena aurora di sebelah Selatan yang dikenal dengan Aurora Australis mempunyai sifat-sifat yang serupa.Tapi kadang-kadang aurora muncul di puncak gunung di iklim tropis. Namun demikian, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, mitos Dewa Fajar itu telah tersisihkan dengan nama Aurora.
Kata Aurora itu berasal dari bahasa Latin Aurora yang berarti "matahari terbit" merupakan pancaran cahaya alami langit di daerah garis lintang tinggi seperti Kutub Utara dan Antartika. Aurora disebabkan adanya interaksi antara medan magnetic yang dimiliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh matahari atau angin surya. Angin surya ini adalah aliran electron dan proton yang terleas dari matahari akibat tingginya energy kinetic yang dimiliki kedua partikel serta suhu matahari. Aliran partikel-partikel angin surya ini terperangkap di medan magnet bumi, beberapa dari partikel ini mengarah ke kutub bumi dengan kecepatan yang terus bertambah.
Benturan antara partikel- partikel ini dengan atom-atom yang terdapat dalam atmosfer bumi melepaskan energi yang menyebabkan terbentuknya aurora di kutub bumi yang nampak seperti lingkaran besar yang mengitari kutub. Sehingga aurora lebih sering muncul dan bersinar lebih terang saat matahari sedang aktif-aktifnya mengeluarkan Corona Mass Ejection yang menyebabkan meningkatnya intensitas angin surya.
Energi yang dilepaskan pada saat partikel bertubrukkan dapat dilihat secara visual melalui warna cahaya yang berbeda-beda. Warna yang terlihat tergantung ketinggian dan jenis molekul yang ada.
Aurora
diklasifikasikan menjadi 2 macam. Aurora difus
adalah cahaya berfitur pada langit yang mungkin tidak terlihat dengan mata
telanjang, bahkan pada malam yang gelap. Ini mendefinisikan luasnya zona
aurora. Sedangkan diskrit aurora yang
tajam didefinisikan sebuah fitur dalam aurora difus yang bervariasi dalam
kecerahan dari hanya nyaris tak terlihat dengan mata telanjang hingga cukup
terang untuk membaca pada malam hari. Aurora diskrit biasanya hanya terlihat di
langit malam hari, karena mereka tidak seterang langit yang diterangi matahari.
Munculnya aurora harus memiliki dua prasyarat, pertama suhu harus rendah, kedua cuaca harus cerah. Sejumlah besar negara di dunia juga kerap akan tampak aurora, di antaranya termasuk Norwegia, Rusia, Finlandia, Kanada bagian utara dan Alaska, AS, New Zeland, Antartika deelel.
Munculnya aurora harus memiliki dua prasyarat, pertama suhu harus rendah, kedua cuaca harus cerah. Sejumlah besar negara di dunia juga kerap akan tampak aurora, di antaranya termasuk Norwegia, Rusia, Finlandia, Kanada bagian utara dan Alaska, AS, New Zeland, Antartika deelel.
Apakah dampaknnya bagi
bumi?
Percikan ini jika
ada di sekitar matahari berbentuk setengah lingkaran. Jika sudah menjauhi
matahari bola api raksasa yang berasal dari matahari. Percikan ini bisa
menjauhi matahari selama satu minggu sampai pada akhirnya benda itu menghilang.
Percikan api terbesar yang sudah pernah tercatat dapat melampaui besar planet
Jupiter. Sangat besarnya ukuran benda langit ini dapat menghancurkan bumi seisinya.
Bola api raksasa ini jika mencapai bumi akan menyebabkan aurora pada kutub
bumi. Aurora ini terbentuk akibat panas dari bongkahan benda langit dari
matahari ditolak oleh bagian kutub magnit bumi. Aurora ini memancar berwarna
warni membentuk gambar tiga dimensi yang sangat indah. Namun jika bongkahan
besar ini mencapai bumi panasnya bisa mencapai 70 derajat pada malam hari di
atmosfir bumi. Efek dari percikan ini adalah satelit yang ada di angkasa bisa
rusak, sambungan telepon putus dan kita tidak bisa mendapatkan arus listirk.
Saat ini panas yang ada mencapai seribu kali dari panas awal. Ini dapat
menyebabkan merkurius menjadi korban keganasannya dan kemudian venus. Bumi
sepertinya tidak akan terkena dampaknya karena jarak bumi dan matahari sangat
jauh dan semakin lama gaya grafitasi matahari akan semakin berkurang, ini akan
menyebabkan bumi akan menjauh Dari matahari dan terbebas akan dampaknya.
sumber pendukung : wikipedia, kafeastronomi












Jakarta
0 komentar:
Posting Komentar